MY TRAVEL WRITER

Being A Traveller, Being A Writer

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Sarapan Nasi Megono di Pekalongan

E-mail Print PDF

Beribu pagi di kepalaku
Masihkah Engkau bersembunyi di kota lain
yang belum kusinggahi
sementara nafasku sudah di genggaman-Mu

Hotel Princess, Palembang, 16 Juli 2012

***

Saya sangat menyukai pagi. Saya selalu memaksakan diri untuk bisa menikmati pagi. Termasuk di Pekalongan...

 

Saya dan Abdul Salam HS - relawan Rumah Dunia, datang di Pekalongan pukul 05:30, Minggu 1 Juli 2012. Kami naik bus dari Bekasi. Jalanan macet, karena musim liburan. Kami dijamu oleh panitia - Forum Lingkar Pena Pekalongan -  sarapan di alun-alun kota, yaitu nasi Megono.

Saya duduk lesehan. Saya lihat nasi bungkus, mirip nasi hik atau sego kucing di Solo dan Yogyakarta. Ketika saya buka, isinya nasi putih plus serpihan nangka yang dicampur kelapa. untuk lauknya, ada tempe mendoan. Hmm, asik. Saya makan 3 nasi bunkus Megono. Luar biasa.

Nah, nasi Megono ini bisa kita tulis dan dikirimkan ke majalah kuliner. Kita tinggal mewawancsarai konsumen dan pemilik warungnya. Kita coba mengumpulkan data-data, dimanakah warung nasi Megono yang paling enak. Buatlah 10 besar dimana pelancong bisa makan nasi Megono. Saya yakin, pasti akan menarik. Terutama jika kita mau menelusurinya dari sisi sosiologis dan kulturalnya.(*)

 

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Last Updated on Monday, 16 July 2012 18:39  

Translate

Article Listing

Hits

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday28
mod_vvisit_counterYesterday850
mod_vvisit_counterThis week878
mod_vvisit_counterLast week5735
mod_vvisit_counterThis month19110
mod_vvisit_counterLast month34952
mod_vvisit_counterAll days433267

We have: 8 guests online
Your IP: 54.224.79.93
 , 
Today: May 26, 2013

Advertisement